PepatahMinang 1. 1. Anak nalayan mambaok cangkua, mananam ubi ditanah darek. Baban sakoyan. dapek dipikua, budi saketek taraso barek. Beban yang berat dapat dipikul, tetapi budi sedikit terasa berat
Kekuasaanpenuh dan berdasarkan pertimbangan Maharadjo Diradjo, di dalam tambo Alam Minangkabau disebut dalam pepatah: "undang-undang simumbang jatuah", maksudnya, undang-undang yang mutlak dipatuhi, karena tak boleh dibanding/diprotes dan tak ada kata ampun, wajib harus dituruti. Undang-undang tersebut berlaku kepada keturunan Maharadjo
Menelusurisejarah tentang Minangkabau, sebagai satu cabang dari ilmu pengetahuan, maka mesti didasarkan bukti-bukti yang jelas dan otentik. Dapat berupa peninggalan-peninggalan masa lalu, prasasti-prasasti, batu tagak (menhir), batu bersurat, naskah-naskah dan catatan tertulis lainnya.
Sistemkekerabatan dan pernikahan di Ranah Minang. Berbicara tentang Sumatera Barat, yang terbayang di benak kita adalah suku Minang Kabau. Maka keluarlah pepatah petitih nenek ndeso Kalo misalnya satu suku Minang sementara jumlah suku Minang lumayan banyak ya sekitar 6,5 juta berdasarkan sensus 2010. Balas Hapus. Balasan. celotehnur54
Simakcontoh pepatah Minang tentang perasaan lengkap dengan arti dan maknanya dalam artikel ini!
40Kata-kata bijak pepatah China tentang kehidupan penuh makna. Kutipan makna mendalam tentang cinta dan kehidupan Di mana ada cinta tidak ada kegelapan - Pepatah Burundi Ketika cinta itu sendiri datang untuk menciummu jangan menahan diri - Rumi Dengan sentuhan cinta semua orang menjadi penyair - Plato Inti dari romansa adalah ketidakpastian
Katakiasan terhadap pemuda pumudi minang yang mempunyai ketenangan tetapi tegas dan bijaksana tentang ketangkasannya dan tinggi budinya. Ajaran adat minangkabau yang disusun oleh dt. Quote Nurhadi Aldo Kalau Orang Lain Bisa Kumpulan quote 7 pepatah suku minang yang jadi kunci sukses finansial di perantauan. Kata kata bijak urang minang. Kata kata pepatah minang sindiran
Pacaragar mereka buka mata. Wuisss, mantap nih, sakti banget dong, belum bersinar sudah gelap lagi. Kebudayaan minang masyarakat minang adalah masyarakat yang sudah terbiasa hidup bermasyarakat. 3 kata kata nyindir untuk orang yang menghina dan menyakiti kita. Dalam tradisi minangkabau, pribahasa bisa diterjemahkan dengan pepatah dan petitih.
Sifatsifat yang ideal itu menurut adat Minang antara lain, sebagai berikut: 1) HIDUIK BARAKA, BAUKUE JO BAJANGKO. Hiduik artinya hidup. Baraka artinya berfikir. Baukue jo Bajangko artinya berukur dan berjangka. Dalam menjalankan hidup dan kehidupan, orang Minang dituntut untuk selalu memakai akalnya.
Herbstist eine schöne Jahreszeit. Die Bäume haben wunderschöne Farben und die Luft ist kühl und frisch. Wenn Du den Herbst liebst, bist Du hier genau richtig. In diesem Blogbeitrag findest Du die schönsten Bilder zum Thema Herbst.
opuwQf5. Ilustrasi pepatah Minang. Foto UnsplashDi antara sekian banyak daerah di Indonesia, Minangkabau, Sumatra Barat, termasuk salah satu yang melahirkan banyak pepatah. Pepatah Minang memiliki tema beragam, tapi kebanyakan tentang petuah-petuah untuk menjalani KBBI, pepatah adalah peribahasa yang berisi nasihat atau ajaran dari orang tua. Lebih lanjut, mengutip buku Cakap Peribahasa, Puisi Baru, dan Pantun tulisan Puput Alviani, pepatah adalah peribahasa yang ringkas dan bijak. Pepatah diucapkan untuk mematahkan atau mematikan ucapan orang budaya Minangkabau, pepatah Minang tidak hanya berperan untuk menasihati orang lain, tetapi juga menjadi warisan budaya yang mencerminkan adat dan kebiasaan masyarakat Pepatah MinangIlustrasi pepatah minang. Foto UnsplashBagi yang sedang membutuhkan kata-kata motivasi, berikut kumpulan pepatah Minang yang dikutip dari buku Peribahasa Nusantara terbitan Kemendikbud dan sumber lainnya sebagai Dima bumi dipijak, di sinan langik dijunjuangArtinya “Di mana bumi dipijak, di situ langit seseorang harus bisa mengikuti, menghormati, atau menghargai adat istiadat di tempat tinggalnya. Ini dicerminkan melalui sikap hormat saat mengunjungi tempat di daerah Saari sahalai banang, lamo-lamo manjadi salai kainArtinya Sehari sehelai benang, lama kelamaan jadi sehelai seseorang harus bersabar untuk mendapatkan keberhasilan. Jika melakukannya sedikit demi sedikit, suatu saat hasilnya akan Alam takambang jadi guruArtinya Alam terkembang dijadikan guruMaksudnya, semua ciptaan Tuhan, termasuk alam, menyajikan banyak pelajaran yang dapat menjadi guru dalam menjalani kehidupan. Karena itu, alam harus dijaga agar selalu terawat dan tidak Adat biaso kito pakai, limbago nan samo dituang, nan elok samo dipakai nan buruak samo dibuangIlustrasi menulis pepatah Minang. Foto UnsplashArtinya Kebiasaan yang baik harus dipakai, dan kebiasaan yang buruk harus agar dapat menjalani kehidupan yang tentram, seseorang harus membiasakan diri berbuat baik. Buanglah kebiasaan-kebiasaan buruk yang akan merugikan diri sendiri dan orang Bungkuak saruweh tak takadang sangik hiduang tagang kaluanMaknanya, orang yang keras kepala dan tidak mau mendengarkan pendapat orang lain. Meskipun dirinya adalah pihak yang salah dan apa yang dinasihati kepadanya adalah hal yang Alu tataruang patah tigo, samuik tapijak indak matiMaknanya, jadilah orang yang bersikap tegas dan bijaksana, serta mampu menyelesaikan masalah dengan cara Anjalai tumbuah dimunggu, sugi sugi dirumun padi. Supayo pandai rajin baguru, supayo tinggi naikan budiMaknanya, pengetahuan hanya bisa didapat dengan berguru, sedangkan kemuliaan diperoleh dengan budi yang tinggi. Pepatah Minang ini bisa ditujukan kepada orang yang berilmu tinggi tapi tidak memiliki budi pekerti yang baik.
Minangkabau terkenal karena kekentalan adat dan budayanya yang masih melekat dalam kehidupan masyarakat. Termasuk pula petuah atau pepatah orang Minang yang sarat akan makna ini bisa menjadi sarana untuk mengingatkan diri sendiri untuk berprilaku baik terutama ketika berada di lingkungan kumpulan pepatah Minang yang bisa memberi banyak inspirasi Alat baulah jo bapatuik makanan banang siku-siku, kato nan bana tak baturuik ingiran bathin nan seseorang yang tidak mau dibawa ke jalan yang benar menandakan bahwa mentalnya sudah nasihat atau teguran dari orang merupakan suatu keberuntungan. Sebab dengan itu, kita bisa tahu kesalahan yang diperbuat dan bisa memperbaiki diri menjadi lebih ini menggambarkan jika seseorang yang tak mau diberi nasihat dan tak mau memperbaiki diri, maka ia tak lebih dari orang yang sudah rusak mentalnya. Karena hanya orang yang tidak sadar saja yang tidak mengerti maksud perkataan Alah bauriah bak sipasin, kok bakiek alah bajajak, habih tahun baganti musim sandi Adat jangan meskipun tahun berganti dan musim berubah, tetapi pegangan hidup janganlah boleh berlalu, musim boleh berganti, zaman boleh bergulir, tapi prinsip dan pegangan hidup jangan sampai ikut berubah. Dalam masa mana pun, manusia harus tetap berpegang teguh pada prinsip dan aturan hidup itu tak boleh tergerus zaman. Jika hal tersebut hilang dan lepas, maka rusak pula kepribadian dan tujuan hidup Bungkuak saruweh tak takadang sangik hiduang tagang seseorang yang tidak mau menerima nasehat dan pendapat orang lain, meskipun orang tersebut berada di pihak yang benar sesuatu yang salah jika memiliki pendapat atau argumen sendiri terhadap suatu hal. Namun, jika tak mau menghargai pendapat orang lain, apalagi sampai tak mau menerima nasihat orang sekalipun itu adalah kebenaran, maka hal ini sudah kebaikannya sendiri, manusia hendaknya mau menerima kebenaran yang dikatakan orang lain, walaupun itu bertentangan dengan egonya. Sebab yang baik memang tak selamanya indah dan menyenangkan dalam pikiran seseorang. Baca Juga 7 Kosakata yang Identik dengan Pariaman, Kota Tabuik di Ranah Minang 4. Baban sakoyan dapek dipikua, budi saketek taraso darek beban yang berat dapat dipikul, tetapi budi sedikit terasa dari pepatah ini adalah seberat apa pun suatu benda, benda tersebut masih bisa dipikul. Sementara orang yang tak berilmu tak pula berbudi akan terasa lebih berat dan akan sangat ini mengajarkan agar hendaknya setiap orang harus berilmu agar segala permasalahan bisa diselesaikan dengan Anjalai tumbuah dimunggu, sugi sugi dirumpun padi. supayo pandai rajin baguru, supayo tinggi naikan pengetahuan hanya didapat dengan berguru, kemuliaan hanya didapat dengan budi yang sedikit kita dapati di zaman sekarang, banyak orang berilmu, namun memiliki perangai yang buruk. Ini menjadi bukti betapa pentingnya menanamkan pendidikan karakter pada ini menekankan bahwa ilmu pengetahuan bisa diraih dengan bersekolah atau berguru pada siapa saja. Sementara kemuliaan hidup dan kehormatan hanya bisa diraih lewat budi pekerti atau perilaku Anjalai pamago koto, tumbuah sarumpun jo ligundi, kalau pandai bakato kato, umpamo santan jo seseorang yang pandai menyampaikan sesuatu dengan perkataan yang baik, akan enak didengar dan menarik bagi orang yang sesuatu pada orang memang menjadi hal yang menyenangkan. Namun tentu menyampaikannya dengan cara baik-baik akan lebih menyenangkan dan terasa sini kita harus ingat betapa pentingnya menjaga lidah. Perkataan kita akan mudah diterima orang apabila cara menyampaikannya juga baik dan terasa nyaman di Adat biaso kito pakai, limbago nan samo dituang, nan elok samo dipakai nan buruak samo kebiasaan yang baik haruslah dipakai, dan kebiasaan yang buruk harus barang tentu suatu kebiasaan baik harus dipertahankan. Sementara kebiasaan buruk harus dibuang jauh-jauh. Tak ada keuntungan jika terus melakukan kebiasaan buruk. Hanya akan merugikan diri sendiri dan orang baiknya kita diharuskan berhati-hati dalam bersikap. Sebab, seseorang menilai kita dari sikap dan perangai. Semoga dengan ini, bisa memberi banyak motivasi pada siapa saja untuk tetap memperbaiki diri, ya! Baca Juga 5 Kosakata Homonim dalam Bahasa Minang, Kata Sama tapi Makna Beda nih! IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
Adat Minangkabau kaya akan falsafah hidup yang mengajarkan kita bagaimana menjalani hidup dengan arif dan bijaksana. Banyak nila-nilai hidup dalam ajaran adat Minangkabau yang mengajarkan kita tentang moral, akhlak yang kini banyak tidak dipedulikan terutama generasi muda. Seperti 10 falsafah yang tertuang dalam Pituah atau Pepatah Minang berikut ini Hiduik Baraka, Baukua jo Bajangko Hidup Berakal, Berukur dan Berjangka Alun rabah lah ka ujuang Belum rebah sudah keujung Alun pai lah babaliak Belum pergi sudah kembali Alun di bali lah bajua Belum dibeli sudah dijual Alun dimakan lah taraso Belum dimakan sudah terasa Pepatah minang di atas menjelaskan bagaimana hidup kita harus berakal, terukur dan berjangka. Singkatnya hidup harus mempunyai visi, berpikir jauh ke masa depan. Seperti, alun dimakan alah taraso, belum dimakan sudah terasa, makanannya belum dimakan tapi sudah terbayang bagaiman rasanya. Begitulah hidup seharusnya mempunyai visi dan tau kemana arah dan tujuan. Semua terencana dan direncanakan dengan baik. IKLAN Baca Juga Hubungan Kekerabatan Dalam Keluarga Minangkabau Baso Basi Banyak bahaya yang ditimbulkan oleh lidah, seperti kasus yang terbaru yaitu penistaan agama oleh Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama. Hal tersebut tidak perlu terjadi jika saja beliau bisa menahan lidahnya. Sebuah Pepatah Minang berbunyi Nana kuriak iyolah kundi Yang burik ialah kundi Nan merah iyolah sago Yang merah ialah sega Nan baiak iyolah budi Yang baik ialah budi Nan indah iyolah baso Yang indah ialah basa basi Menjaga lidah dan bahasa perkataan sangat penting. Banyak perselisihan terjadi hanya karena lidah tidak bisa menjaga perkataan dengan baik. Lamak dek awak, katuju dek urang Tenggang Rasa Lamak dek awak, katuju dek urang merupakan salah satu ungkapan dalam petuah minangkabau yang mengajarkan kita tentang tenggang rasa. Lamak dek awak berarti bagi kita enak, dan katuju dek urang berarti bisa diterima oleh orang lain. Singkatnya sama-sama enak, baik bagi kita maupun bagi orang lain. Baca Juga 4 Jenis Adat Minangkabau Yang Perlu Kamu Tau Setia Kawan Salah satu nilai yang perlu ditanamkan dalam diri orang minang terutama bagi mereka yang berada di perantauan adalah kesetiakawanan atau sikap loyal. Hal ini tergambar dalam falsafah Tatungkuik samo makan tanah, tatilantang samo minum aia. Adil Maukua samo panjang, mambilai samo laweh Dalam hidup, falsafah minang juga mengajarkan untuk berbuat adil. Seperti tergambar dalam pepatah di atas. Keadilan tersebut berlaku bagi siapapun, tak pandang bulu. Apakah ia keluarga atau saudara sendiri. Baca Juga Tidur di Rumah Adat Minang? Yuk Datang Kawasan Saribu Rumah Gadang Semua Hal Mempunyai Manfaat Ajaran minangkabau juga mengajarkan kepada kita bahwa segala sesuatu di dunia ini ada manfaatnya. Dalam sebuah pepatah tua digambarkan sebagai berikut Nan buto pahambuih saluang Nan pakak palapeh badia Yang Nan patah pangajuik ayam Yang Nan lumpuah paunyi rumah Yang Nan binguang kadisuruah-suruah Hati-Hati dan Waspada Dalam hidup kita juga dituntut untuk selalu hati-hati dan waspada. Apakah itu terhadap bahaya dari alam ataupun ancaman dari lawan. Selain itu kita juga perlu waspada terhadap akibat dari tindakan-tindakan kita. Jadi sebelum sebuah keputusan diambil perlu dipertimbangkan akibatnya. Dalam pepatah minang dipesankan sebagai berikut Maminteh sabalun anyuik Malantai sabalun lapuak Ingek-ingek sabalun kanai Baca Juga Inilah 7 Wanita Hebat Dari Ranah Minang Kolaborasi Banyak orang yang tidak bisa maju karena takut bersaing dan merasa tersaingi atau istilah minangnya takuik taimpik’. Padahal di zaman sekarang yang diperlukan adalah kolaborasi, apalagi dalam membangun nagari. Tidak semua hal bisa kita lakukan sendiri, itulah sebabnya kita membutuhkan teman dan orang lain untuk berkolaborasi. Kolaborasi ini tergambar dalam pepatah minang “Ka mudiak sa antak galah, ka hilia sarangkuah dayuang. Sasuai lahie jo bathin, sasuai muluik jo hati” Arif dan Bijaksana Sikap arif dan bijaksana, mempunyai pandangan yang luas serta bisa hati-hati dalam setiap tindakan sangat diperlukan. Orang yang arif pandai mengukur kapasitas dirinya sehingga ia tidak sembarangan dalam mengeluarkan pendapat atau pernyataan. Dalam pepatah minang digambarkan Ingek di rantiang ka mancucuak, Tahu didahan ka maimpok Rajin Dalam falsafah minang juga diajarkan bahwa kita harus rajin bahkan cenderung proaktif. Dalam setiap waktu yang digunakan sebisa mungkin tidak ada yang terbuang, seperti dalam pepatah “Duduak Marauik Ranjau Tagak Maninjau Jarak”