LiburanKe Pantai Bersama Sahabat Liburan Ke Pantai Bersama Sahabat. Pagi yang cerah, tamparan cahaya sang mentari dari ufuk timur, seolah-olah menyambutku dari tidur nyenyak. Pagi ini ku bersiap mengawali liburanku. Betapa senangnya aku, karena aku akan Liburan Ke Pantai Bersama Sahabat terbaikku. *** CeritaLiburan Ke Pantai Sadranan, Yogyakarta Mengenalkan anak pada aktivitas di pantai, tuh, selalu menyenangkan. Yameski hanya lewat foto-foto, tapi jika anak terlihat excited, tuh, seringnya membuat bibir ini tiba-tiba berucap: " nanti kalau sudah ada waktu dan rezeki, kita main ke pantai ya, sayang. ". ContohKarangan Tentang Liburan ke Pantai dalam Bahasa Inggris dan Artinya. 13 Januari 2022 oleh admin. KARANGAN TENTANG LIBURAN KE PANTAI - Liburan merupaka salah satu kata yang paling menyenangkan ditelinga setiap makhluk di muka bumi ini. Meskipun kita menyebutkan dengan berbagai macam bahasa yang berbeda, namun arti yang ditimbulkan oleh 6tZfGT. detikTravel Community - Selalu ada kali pertama untuk semua hal, termasuk kunjungan ke Pulau Dewata. Pulau penuh bule ini seakan tak ada habisnya untuk dijelajahi. Berikut pengalaman berkesan kali pertama ke Bali. Orang bilang Bali itu semacam daerah di luar kedaulatan RI karena banyaknya bule-bule yang hilir mudik, seakan mereka adalah penduduk lokal. Bulan Januari lalu saya berkesempatan untuk berlibur ke Bali. Ini adalah kali pertama saya mengunjungi daerah wisata yang konon katanya menyimpan sejuta keindahan alam dan menyajikan wisata belanja yang murah meriah. Dalam rangka berwisata ke Bali, saya sudah membeli tiket pesawat dari setahun sebelumnya, maklum jalan-jalan ngirit. Dan mengambil cuti selama 3 hari. Penerbangan saya sempat delay dari jadwal. Yang semula dijadwalkan berangkat pukul berubah menjadi pukul pagi. Cuaca sedang kurang bagus dengan curah hujan yang cukup deras saat menuju Bandara Soetta. Tapi Alhamdulillah penerbangan saya tidak delay terlalu lama. Cuaca saat terbang cukup bagus dengan sedikit turbulensi dan gangguan. Sewaktu mendarat di bandara Ngurah Rai Bali, waktu menunjukkan pukul dan matahari bersinar dengan terik. Saatnya kacamata hitam beraksi. Keadaan perut lumayan kacau balau setibanya di Bali. Saya langsung menghampiri salah satu resto fast food di sekitar terminal kedatangan untuk menenangkan cacing di dalam perut yang mulai meronta-ronta. Tujuan selanjutnya adalah mencari penginapan, karena saya belum memesan hotel. Nah, untuk urusan hotel ini saya mengandalkan online booking lewat salah satu website lokal ternama, dan saya langsung mendapat tempat yang sangat sesuai dengan budget. Setelah mendapatkan konfirmasi dari pihak hotel, saya langsung meluncur ke tempatnya dengan menunggangi taksi. Ini bukan sembarang taksi, ini taksi khas Bali! Selesai check-in dan beresin barang bawaan, saya langsung bergerak ke Pantai Kuta. Kebetulan jarak dari hotel ke Pantai Kuta hanya 100 meter. Waktu menunjukkan pukul siang. Kalau dipikir-pikir, ke pantai jam segitu aneh juga karena matahari sedang imut-imutnya, tapi tak apalah mumpung di Bali. Selama kurang lebih 30 menit berjalan di pinggir Pantai Kuta, saya memutuskan untuk kembali ke hotel dan berencana kembali ke pantai pada sore harinya. Di sepanjang jalanan Kuta saya melihat lusinan bule entah dari mana asalnya, berlalu lalang menggunakan motor. Apakah mereka tukang ojek? Ataukah mereka stunt-man film action? Ah, rasanya tak mungkin. Selidik punya selidik, ternyata banyak persewaan motor yang menawarkan jasa sewa dan bisa kita manfaatkan untuk berkeliling Bali. Karena minimnya jasa angkutan umum, motor adalah pilihan yang sangat fantastis dengan harga yang super ekonomis. Saya pun memutuskan untuk menyewa motor dari pihak hotel, karena esok hari saya berencana pergi ke daerah Ubud. Motor langsung saya sewa selama tiga Hari. Senja menyapa, saatnya bergegas ke Pantai Kuta untuk menikmati semilir angin laut dan menunggu matahari menenggelamkan sinarnya. Ternyata sudah banyak pengunjung yang duduk rapi di bibir pantai, lengkap dengan gadget mereka untuk mengabadikan senja di pantai Kuta, termasuk saya. Saya menyempatkan diri untuk mengambil beberapa foto. Malam pun tiba, saya melanjutkan petualangan. Saatnya mencari kuliner pengganjal perut. Agak sulit mencari makanan halal di sini. Saya disarankan untuk makan nasi pedas yang terkenal itu. Karena terbatasnya pengetahuan tentang jalanan Bali, saya pun mengandalakan aplikasi peta di smartphone untuk menunjukkan arah warung tersebut, syukur nggak nyasar. Hujan datang perut kenyang, kantuk menyerang, inilah keadaan paling ideal yang sedang saya rasakan saat itu. Mandi hujan pun saya lakukan demi seonggok kasur hotel yang sudah menanti saya dengan mesra. Hari kedua di Bali, hujan belum berhenti dari semalam, rencana pergi ke Ubud ternacam batal. Tapi tekad sudah bulat, motor sudah disewa, hujan tidak akan menghalangi saya untuk berpetualang di Bali! Saya kemudian bersiap-siap berangkat, sampai akhirnya hujan tidak menyerah untuk turun dan sayalah yang menyerah untuk pergi lalu kembali ke kasur. Sekian lama menunggu akhirnya hujan berhenti. Hari sudah hampir siang, saya segera berangkat ke Ubud sebelum hujan turun lagi. Selama kurang lebih dua jam perjalanan, saya berhenti untuk berteduh hingga lima kali. Tampaknya hujan sedang rajin membasahi saya. Sesampainya di Ubud, saya sempat keliling menikmati pemandangan, lalu mampir ke Monkey Forest, tentunya sambil diguyur hujan rintik-rintik. Setelah lelah berjalan-jalan keliling hutan dan bercengkerama dengan monyet, saya akhirnya bergerak untuk kembali ke Kuta. Karena arah pulang lewat Pasar Sukawati, dan saya lihat banyak oleh-oleh khas Bali, akhirnya saya mampir buat sekedar tanya harga. Pedagang banyak yang menjual kerajinan tangan seperti gelang, kalung, manik-manik, kain pantai, hingga lukisan, seperti yang sering kita lihat di pusat penjualan oleh-oleh. Karena langit masih sedikit terang, saya arahkan motor menuju destinasi berikutnya, Pura Tanah Lot. Pemandangan di Tanah Lot memang indah, nggak sangka saya bisa sampai ke sini. Ternyata saat matahari terbenam akan ada pertunjukkan Tari Kecak. Saya memang penasaran dan ingin menonton tari tersebut. Setelah menunggu kurang lebih satu jam dan sedikit berfoto narsis dengan latar belakang pura yang terkenal itu, akhirnya saya beranjak untuk menyaksikan Tari Kecak yang masih diiringi dengan rintik hujan. Hari terakhir saya pilih tujuan ke Pura Ulu Watu, masih bersama motor sewaan. Saya berangkat agak siang dari hotel, setelah paginya saya bermain lagi di Pantai Kuta. Di Uluwatu ini hampir sama seperti Monkey Forest, banyak monyet yang berkeliaran. Bedanya, monyet di Uluwatu ini nakal-nakal. Mereka suka mengambil barang-barang milik turis seperti kacamata dan sandal. Jadi jagalah barang bawaan bagi Anda yang ingin berkunjung ke tempat ini. Tiga hari di Bali cukup memberi kesan bagi saya yang baru sekali berkunjung ke sini. Pemandangan yang indah dan penduduk Bali yang ramah, merupakan perpaduan yang tidak mungkin terlupa. Sampai jumpa di lain kesempatan Bali! detikTravel Community - Angin berhembus membawa aroma laut yang segar. Sepoi-sepoinya seolah menjadi obat penawar atas teriknya matahari. Suguhan alam yang memukau seketika menghapus kejenuhan saya selama belajar di sekolah. Selamat datang di Pantai Carita!Saya bersama seluruh teman-teman seangkatan mengadakan tur budaya ke Banten. Salah satu objek wisata yang menjadi tujuan kami adalah Pantai Carita. Pantai yang terletak di Kabupaten Pandeglang ini memiliki hamparan pasir pantai yang putih. Debur ombak sepanjang garis pantai pun sangat tenang, karena merupakan bagian dari perairan Selat Sunda. Apabila cuaca sedang cerah, kami bisa melihat Gunung Anak Krakatau di laut di Banten, kami menginap di Mutiara Carita, sebuah pondok penginapan. Mutiara Carita memiliki sejumlah pondok inap yang unik, mulai dari pondok dengan bilik-bilik bambu hingga bangunan-bangunan bernuansa hotel berbintang. Fasilitas di pondok Mutiara Carita terbilang lengkap, mulai dari ruang untuk rapat, hall luas yang dapat menampung banyak pengunjung, kolam renang, sampai meja bilyar tersedia di fasilitasnya yang cukup lengkap, Mutara Carita berada tepat di bibir Pantai Carita. Tembok beton serta pemecah-pemecah ombak yang mengelilingi pondok, membuat pantai di sini terkesan lebih privasi. Pepohonan pun tumbuh rindang di sini, menjadikan suasana terasa lebih teduh. Di bibir pantai, pohon-pohon kelapa pun tumbuh subur. Kala angin berhembus, daun-daunnya doyong bergerak melambai, seolah mengajak para pengunjung untuk turut bersuka pondok Mutiara Carita pun bekerja sama dengan warga sekitar pesisir Carita. Beberapa warga kini beralih profesi menjadi pemandu olahraga air di sini. Mereka menyediakan sarana permainan seperti banana boat, jetski, dan speed boat. Dengan membayar sejumlah rupiah, pengunjung dapat menikmati fasilitas-fasilitas permaianan air ke Pantai Carita tentu menjadi wisata bahari alternatif. Selain keasrian pantainya, fasilitas pendukung pariwisata di pantai ini sudah cukup memadai. Sangat cocok untuk menghabiskan waktu bersama keluarga ataupun teman. Mengenalkan anak pada aktivitas di pantai, tuh, selalu menyenangkan. Ya…meski hanya lewat foto-foto, tapi jika anak terlihat excited, tuh, seringnya membuat bibir ini tiba-tiba berucap “nanti kalau sudah ada waktu dan rezeki, kita main ke pantai ya, sayang.“. Ini karena melihat geregetnya dengan banyaknya pertanyaan-pertanyaan dari si kecil yang nantinya pasti bisa menjadi cerita liburan ke pantai. Yups…ketika melihat ekspresi anak yang begitu antusias dengan apa-apa yang diceritakan oleh orang tua, meleleh hati ini. Dan ini selalu terjadi pada saya. 😉 Saat itu, dalam sebuah percakapan melalui whats app group, ada seorang teman yang mengirimkan foto kegiatan snorkeling. Ya, saya masih ingat ketika teman saya, Mama Boo membagikan foto-fotonya yang selalu bikin kagum, tuh. Tepatnya saya lupa pantai mana, yang jelas pantai tersebut berada di Lampung yang menjadi kota kelahirannya dan memang kota itu menginspirasi bagi saya. Karena saya juga suka main ke pantai, foto tersebut saya perlihatkan kepada Kecemut, dong. Eh…lha, kok, dia fokus dengan snorkel yang dipakai Mama Boo. Padahal, tuh, saya bercerita tentang aktivitas menyelam dan bertemu dengan ikan-ikan lucu di bawah laut, gitu. Belum sampai ngasih tahu tentang perlengkapan atau alat yang harus digunakan ketika snorkeling. 😆 Baca juga tentang kuliner di pantai Jetis, Cilacap. Beruntung kami punya Tante yang baik banget, yang selalu mengerti apa yang kami mau. Baru beberapa menit fordward foto dari Mama Boo disertai dengan kekuatan voice note, Tante mengajak kami snorkeling ke Pantai Sadranan, Yogyakarta. Tentu tidak saat itu juga, dong. Perlu perencanaan khusus karena yang minta ke sana adalah balita, ya…meski sebenarnya Ibuknya juga pingin mantaaaaai, sih. 😆 Perjalanan Ke Jogja Sampai Akhirnya di Pantai Sadranan. Ini bukan kali pertama saya mengajak Kecemut main ke pantai. Dua tahun sebelumnya, saya pernah mengajaknya main ke Pantai Parangtritis. Saat itu, misi saya hanya mengenalkan aktivitas main pasir di pantai. Penting banget, ya. Hahaha. Yaaa…abisnya Kecemut ngga percaya kalau di pantai, tuh, banyak banget pasir. Sampai saya sampaikan, saking banyaknya pasir di pantai, tuh, bisa buat bangun rumah. Gemas, kan. 😆 Kami ada rencana untuk mendapatkan sunrise sekaligus sunset di pantai. Untuk dapat mewujudkan rencana tersebut, kami pun berangkat dari Banjarnegara dini hari, kira-kira pukul WIB. Ehh…gimana, sih, mau dapat sunrise tapi berangkatnya siang. Hahaha. Ya gimana, mau berangkat lebih awal lagi, kok, rasanya ngga yakin, gitu. Apalagi bawa balita, ada banyak yang harus disiapkan dan dipastikan supaya nyaman saat dalam perjalanan. Pukul lebih dikit banget, Tante menjemput kami di rumah. Perjalanan dari Banjarnegara menuju Yogyakarta membutuhkan waktu kira-kira 3 jam. Kemudian lanjut ke Pantai Sadranan masih membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan. Sudah dipastikan sampai pantai siang hari alias ngga mungkin dapat menikmati matahari terbit di pantai. 😛 Tapi ngga masalah, terpenting bisa snorkeling, kan. Maunyaaaa, tapi…… 🙁 Baca lagi 5 Aktivitas Menarik di Pulau Merah, Banyuwangi. Dini hari jalanan masih sepi, namun laju kendaraan kami tetap selow, dong. Pak Sopir yang juga teman Tante terlihat sangat santai mengemudi kendaraan. Jalan dengan kecepatan standard dan dibantu dengan google maps, kami sampai pantai sadranan kira-kira pukul WIB. Sampai pantai siang bolong saat matahari sedang terik-teriknya, niat banget kulit tambah eksotis, ya. 😆 Tapi, teriknya matahari di pantai tidak menyurutkan minta para wisatawan untuk bersantai di bibir pantai, terbukti dengan banyaknya wisatawan terlihat menikmati sekali aktivitas di sekitar pantai. Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Pantai Sadranan. Kami ke Pantai Sadranan ber empat; Tante, Umi, Kecemut, dan Ibuuk. Kami sama-sama ingin merasakan asyiknya snorkeling di Pantai Sadranan. Makanya, hanya fokus dengan aktivitas tersebut. Oiya, sebelumnya Tante pernah melakukan aktivitas snorkeling di salah satu pantai di Gunung Kidul yaitu Pantai Nglambor. Tapi karena ingin mencoba hal yang sama dengan tempat yang berbeda, dipilihlah Pantai Sadranan yang lokasinya juga ngga jauh dari Pantai Nglambor. Kami agak terkejut ketika sampai Pantai Sadranan dan menjumpai gelombang ombak sangat tinggi. Banyak penjual yang biasanya ngelapak di dekat bibir pantai memutuskan untuk tidak berjualan karena saat itu ombak sangat tidak bersahabat. Saya saja hampir kehilangan sandal karena tersapu ombak, lho. Padahal sandal saya letakan kurang lebih 10 meter dari bibir pantai. Karena keadaan yang ngga memungkinkan, banyak wisatawan yang pada akhirnya menggagalkan aktivitas snorkeling karena setelah ditunggu berjam-jam, ombak belum juga surut. Nah, selain snorkeling, masih ada aktivitas lain yang bisa dilakukan oleh wisatawan di Pantai Sadranan, lho. Diantaranya yaitu Berfoto, Kulineran, Camping, dan Bermain Kano. Yuk baca tentang Pantai Menganti, Kebumen. Ada Penginapannya, lho! Apa Saja Fasilitas di Pantai Sadranan? Ngomongin fasilitas pantai, buat saya yang terpenting yaitu ada tempat parkir dan toilet karena kedua fasilitas tersebut sangat dibutuhkan. Terlebih toilet. Setelah wisatawan basah-basahan di pantai. Nah, di Pantai Sadranan ini terdapat beberapa toilet umum yang dapat digunakan untuk sekadar ganti baju atau mandi. Aliran air di toilet juga lancar meski sudah digunakan banyak orang. Kemudian untuk tempat parkir juga lumayan luas dan terpisah antara parkir kendaraan roda dua dan roda empat. Lanjut, karena Pantai Sadranan direkomendasikan untuk snorkeling, banyak jasa yang menawarkan peminjaman snorkel, kamera, dan juga jasa foto. Terkait dengan aktivitas camping, di sana juga menyediakan paket wisata camping, lho. Dan saya baru tahu, kalau di Pantai Sadranan, tuh, ternyata terdapat penginapan yang bagus banget. Bukan, bukan penginapan dengan foto di bawah ini, ya. Kalau penginapan yang di bawah ini dekat dengan area parkir. Sementara penginapan yang saya bilang bagus banget, tuh, penginapan yang terbuat dari bambu-bambu, gitu. Sayang banget waktu itu saya ngga menyempatkan ke sana, yaa…meski sekadar untuk lihat-lihat dowang. Di mana Lokasi Pantai Sadranan? Pantai Sadranan berlokasi di Dusun Pulegundes II, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul. Pantai yang diapit oleh Pantai Krakal dan Pantai Ngandong ini sudah sangat terekenal, jadi kemungkinan untuk kesasar sangat minim. Saya termasuk orang yang selalu mengandalkan internet untuk browsing destinasi wisata yang akan dikunjungi. Termasuk untuk mencari lokasi tepatnya, saya juga mengandalkan GPS yang ada pada smartphone. Memilih langsung nama wisata menjadi pilihan tepat ketimbang alamat destinasinya. Iya, kaan? 😆 Menyiapkan Anggaran untuk Traveling ke Pantai. Menyiapkan budget sudah menjadi keharusan ketika hendak bepergian, apalagi traveling. Itu menjadi pasti karena tanpa uang traveling ngga dapat berjalan. Ada baiknya, saat traveling membawa uang tunai sehingga saat tiba di tempat tujuan ingin membayar apa saja sudah siap. Meski zaman sekarang sudah ada dompet digital atau ATM, namun nyatanya belum semua tempat wisata atau tempat pembelanjaan menerima uang elektronik. Pengeluaran yang sudah pasti ketika traveling antara lain yaitu untuk sewa mobil kalau sewa, pembelian BBM, ongkos sopir kalau pakai sopir, membayar tiket masuk, parkir, makan di perjalanan, makan di lokasi, dan membeli oleh-oleh. FYI, harga tiket masuk Pantai Sadranan Rp 10 ribu per orang. Pembayaran tiket ini langsung di loket masuk kawasan pantai Gunung Kidul. Tiket masuk ke pantai tergolong sangat murah karena sudah termasuk tiket masuk deretan pantai di Gunung Kidul seperti Panti Baron, Indrayanti, Kukul, Sepanjang dll. Sesampainya di lokasi, nanti tinggal membayar parkir dowang. Baca dulu tentang Cerita Ke Pantai yang Gagal Tapi Ngga Sedih. Lalu, bagaimana jika ingin traveling, tapi belum cukup budget? Tentu harus lebih giat lagi dalam menabung, dong. Kalau ngga, kamu bisa meminjam uang kepada pinjaman online cepat cair milik Tunaiku. Apa itu Tunaiku? Tunaiku merupakan salah satu situs pinjaman online yang berdiri sejak tahun 2014 dan menjadi pinjaman olnine pertama di Indonesia. Tunaiku ini salah satu produk dari Amar Bank, salah satu institusi finansial berbentuk bank resmi di Indonesia yang sudah beroperasi pada tahun 1991. Karena berada di bawah naungan bank, KTA online di Tunaiku aman terpercaya dan kemudahannya. Untuk mendapatkan pinjaman online dari Tunaiku, peminjam cukup menyiapkan KTP dan hasil persetujuan pinjaman. Tidak perlu NPWP dan Kartu Kredit. Jumlah pinjamannya juga cukup besar, lho, hingga 20 juta. Jangka waktu angsuran juga panjang hingga 20 bulan. Sangat longgar, bukan? Tunaiku mempunyai visi untuk memberikan layanan kredit tanpa agunan yang mudah, aman, terpercaya kepada seluruh masyarakat Indonesia yang tidak hanya ingin, tapi juga butuh dana tunai tanpa jaminan bisa langsung cair . Sebenarnya pinjaman ini cocok untuk memenuhi kebutuhan mendesak seperti modal usaha, renovasi rumah, biaya pendidikan, biaya pernikahan hingga biaya kesehatan yang tak terduga. Namun, tidak apa jika memang butuh untuk tambahan biaya traveling atau sebagai uang cadangan, gitu. Kenapa memilih Tunaiku? Merekomendasikan pinjaman online itu ngga mudah, lho. Biasanya ada faktor kepercayaan dalam hal pinjam uang secara online. Ada 2 hal penting yang membedakan Tunaiku dengan situs fintech lain yang ada di Indonesia yaitu keamanan dan fleksibilitas. Berbeda dengan situs fintech biasanya, Tunaiku berdiri di bawah naungan institusi finansial berbentuk bank resmi di Indonesia yang terdaftar dan diawasi oleh OJK sehingga dari segi keamanan data nasabah ngga perlu diragukan lagi karena Tunaiku berusaha sebaik mungkin untuk melindungi data nasabahnya. Omong-omong, kamu pernah melakukan transaksi pinjaman online belum?