Bolacom, Jakarta - Toleransi adalah sikap manusia untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan, baik antarindividu maupun kelompok. Untuk menghadirkan perdamaian dalam keberagaman, perlu menerapkan sikap toleransi. Secara etimologi, toleransi berasal dari bahasa latin, 'tolerare' yang artinya sabar dan menahan diri. Sedangkan secara terminologi, toleransi adalah sikap saling menghargai
Jelaskansecara singkat berbedaan tolenransi dan mengutamakan kepentingan umum - 42188154 woiewonwke woiewonwke 28.07.2021 Jika toleransi kita harus menghargai pada orang yang beebeda dengan kita misalnya toleransi umat beragama. Dan mengutamakan kepentingan umum maka kita harus mengalah atau lebih mementingkan kepentingan bersama daripada
Jelaskansecara singkat perbedaan toleransi dan megutamakan kepentingan umum - 6918412 LithaTT12 LithaTT12 22.08.2016 PPKn Sekolah Menengah Pertama terjawab Jelaskan secara singkat perbedaan toleransi dan megutamakan kepentingan umum 1 Lihat jawaban Iklan Iklan 4riff4dil4h 4riff4dil4h Toleransi; Mengutamakan Kepentingan Umum;
Sedangkansecara terminologi, toleransi adalah sikap saling menghargai, menghormati, menyampaikan pendapat, pandangan, kepercayaan kepada antarsesama manusia yang bertentangan dengan diri sendiri. Baca juga: Perguruan Tinggi Dituntut Hasilkan Lulusan Yang Adaptif Dan Cekatan. Berdasarkan arti secara bahasa, toleransi dapat dimaknai sebagai
Perbedaantoleransi dengan mengutamakan kepentingan umum - 7136679 1. Masuk. Daftar. 1. Masuk. Daftar. Tanyakan pertanyaanmu. 4riff4dil4h 4riff4dil4h Toleransi; Toleransi adalah perilaku terbuka dan menghargai segala perbedaan yang dimiliki orang lain. Contohnya: seorang muslim izin sholat ketika belajar kelompok maka yang non muslin harus
Dalamkehidupan bermasyarakat, toleransi dan simpati sangatlah diperlukan. Contoh paling mudah penerapan toleransi dalam kehidupan sosial yaitu menghormati orang lain yang sedang beribadah atau menghormati pendapat orang lain yang memiliki beda pandangan. Sedangkan contoh paling mudah penerapan simpati ialah merasa sedih ketika teman mengalami
Setelahmengetahui pengertian toleransi, kalian juga harus mengenal manfaatnya. Melansir dari Fimela, berikut manfaat dari sikap toleransi. 1. Menguatkan Tali Persaudaraan. Adanya toleransi, setiap orang akan lebih menghargai perbedaan suku, budaya dan agama yang tersebar di Indonesia. Hal ini juga dapat melahirkan perasaan kasih sayang
Keputusantersebut menjujung tinggi harkat dan martabat. Kita harus mengutamakan kepentingan bersama daripada - 15159872 1. Kita harus mengutamakan kepentingan bersama dari pada. Tapi biasanya kepentingan bersama harus didahulukan karena milik orang banyak dan dalam organisasi itu sudah merupakan resiko.
pQe3. - Istilah toleransi sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Toleransi merupakan sikap saling menghormati satu sama lain, terutama dalam menyikapi perbedaan. Perbedaan yang dimaksud bisa bermacam-macam, mulai perbedaan suku, budaya, agama, sampai dengan kondisi fisik. Dilansir dari berbagai sumber, berikut penjelasan lengkap mengenai pengertian toleransi, ciri, tujuan, dan manfaatnya untuk manusia. Minggu, 27/3. Di Indonesia, sikap toleransi sangat dijunjung tinggi. Toleransi inilah yang menjadi kunci perdamaian bagi masyarakat Indonesia. Dengan adanya sikap toleransi, konflik dan perpecahan antar individu maupun kelompok tidak akan terjadi. Hal tersebut penting untuk diperhatikan mengingat bangsa Indonesia mempunyai latar belakang perbedaan yang beragam. Sikap toleransi patut dijaga demi menjaga keutuhan persaudaraan, tanpa memandang perbedaan. Mengingat besarnya peran toleransi dalam masyarakat, arti toleransi yang sesungguhnya harus diketahui untuk selanjutnya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengertian Toleransi Secara Umum dan Menurut Para Ahli foto 1. Secara umum Toleransi berasal dari bahasa Latin 'tolerare' yang memiliki arti sabar. Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, toleransi berarti bersikap toleran terhadap orang lain yang berbeda pendapat. 2. Michael Walzer Menurut Michael Walzer toleransi adalah suatu keadaan yang harus ada dalam diri perorangan atau masyarakat untuk memenuhi tujuan yang ada di dalamnya. Tujuannya untuk hidup damai di tengah perbedaan yang ada, baik perbedaan sejarah, identitas, maupun budaya. 3. Friedrich Heiler Friedrich Heiler mengartikan toleransi dengan cakupan yang lebih terfokus dalam bidang agama saja. Menurutnya, toleransi adalah sikap yang mengakui bahwa banyaknya agama yang ada di masyarakat adalah sesuatu yang tidak bisa dimungkiri. Dengan demikian setiap pemeluk agama harus mendapatkan perlakuan yang sama dalam masyarakat. 4. Max Isaac Dimont Toleransi menurut Max Isaac Dimont adalah sikap saling menghargai tindakan orang lain yang berbeda-beda. Dengan adanya sikap menghargai, perdamaian akan tercipta selama tidak ada tindakan yang keluar dari batasan norma di masyarakat. 5. Djohan Effendi Djohan Effendi memberikan makna yang sangat luas. Menurutnya, toleransi adalah sikap atau perilaku seseorang yang menghargai berbagai macam perbedaan. Perbedaan yang dimaksud bisa berupa perbedaan perilaku, agama, maupun budaya. Dengan demikian jika seseorang menghargai perbedaan orang lain yang berbeda fisik maupun psikis, sudah bisa disebut dengan wujud dari toleransi. 6. Purwadarminta Toleransi adalah sebuah sikap yang dimiliki seseorang dalam memperbolehkan adanya suatu perbedaan dari orang dengan dirinya. Cakupan perbedaannya cukup luas, yaitu meliputi perbedaan pendapat, pandangan, atau keyakinan. Tujuan dan Manfaat Toleransi foto 1. Menjaga keharmonisan masyarakat Sikap toleransi dapat menjaga hubungan masyarakat agar tetap harmonis di tengah perbedaan. Dengan adanya sikap toleransi, kenyamanan dan ketenteraman masyarakat akan terjaga tanpa adanya konflik karena perbedaan tertentu. 2. Mencegah perpecahan Sikap toleransi bertujuan untuk mencegah terjadinya perpecahan akibat banyaknya perbedaan. Terjadinya perpecahan yang dapat merugikan masing-masing individu dalam melakukan aktivitas sosialnya. 3. Menyatukan perbedaan Toleransi diciptakan untuk saling melengkapi dan menyatukan perbedaan karena perbedaan berpotensi menyebabkan konflik. 4. Meningkatkan perdamaian foto Setiap warga negara wajib memiliki sikap toleransi untuk mengurangi permasalahan di berbagai konflik yang bisa muncul di masyarakat. Sikap toleran memberikan banyak manfaat bagi masyarakat atau individu yang menerapkannya. Disadari atau tidak disadari memberikan dampak positif atas penerapannya yang berulang, manfaat tersebut adalah - Membangun rasa nasionalisme. - Menanamkan rasa persaudaraan. - Menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang. - Mengurangi sifat egois. - Mempermudah proses musyawarah. Ciri dan Contoh Sikap Toleransi dalam Kehidupan foto Toleransi tumbuh dengan kesadaran bahwa keanekaragaman suku, agama, ras, dan bahasa terjadi karena sejarah dengan semua faktor yang memengaruhinya. Dengan keberagaman yang ada, sikap toleransi merupakan sebuah kewajiban sehingga setiap orang bisa hidup berdampingan dengan damai. Orang yang sudah menerapkan sikap toleransi dalam kehidupannya, memiliki beberapa ciri-ciri di antaranya - Menghormati orang lain. - Memberi kebebasan bagi orang lain. - Menghargai pendapat orang lain. - Tidak memandang perbedaan fisik dan psikis dalam bersosialisasi. - Setiap jenis perbedaan yang ada di masyarakat memiliki contoh penerapan sikap toleransi yang berbeda-beda. Berikut contoh-contoh sikap toleransi yang bisa diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat - Toleransi beragama. - Toleransi budaya. - Toleransi berpolitik. - Toleransi pergaulan. - Toleransi sekolah. - Toleransi lingkungan keluarga. - Toleransi bermedia sosial. brl/guf Recommended By Editor Pengertian makalah, ciri, struktur penulisan, dan tujuannnya Pengertian Bunyi, jenis, manfaat, fungsi dan ciri-cirinya Pengertian distribusi, tujan, manfaat, dan jenis-jenisnya Cerita fiksi adalah Ketahui arti, ciri-ciri, unsur, dan jenisnya CSR adalah corporate social responsibility, ini penjelasan lengkapnya
- Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk, memiliki banyak suku, agama, ras, dan budaya. Sehingga semua warga Indonesia harus memiliki rasa toleransi terhadap keberagaman. Sikap toleransi ini ditunjukkan untuk menghormati adanya perbedaan pendapat, agama, ras, dan budaya yang dimiliki kelompok atau berasal dari kata latin tolerare, yang artinya bertahan, sabar, atau membiarkan sesuatu yang terjadi. Di mana seseorang atau suatu kelompok memiliki sebuah kepercayaan sendiri dan tidak mengganggu atau menekan orang lain. Baca juga Pelaksanaan Sikap Toleransi Dalam buku Pluraslisme, Konflik, dan Perdamaian 2002 oleh Elga Sarapung, prinsip toleransi yaitu Hidup menghormati dan jujur Memahami dan mengakui diri sendiri Tidak ada paksaan Tidak mementingkan diri sendiri maupun kelompok Berpikir positif dan percaya Fungsi toleransi Adapun fungsi toleransi, sebagai berikut Menghindari perpecahan Negara plural seperti Indonesia, rentan terjadi perpecahan. Sehingga masyarakat harus dengan sadar dan menerapkan nnilai toleransi agar Indonesia terhindar dari perpecahan, terutama berkaitan tentang agama. Mempererat hubungan antarmanusia Sikap toleransi menumbuhkan rasa kassih dan meningkatkian rasa persaudaraan antarsesama, sehingga menghindarkan adanya kesalahpahaman dan permusuhan. Baca juga Tujuan dan Manfaat Toleransi Meningkatkan rasa nasionalisme Toleransi yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari akan meningkatkan rasa nasionalisme terhadap bangsa dan negara. Karena bangsa yang maju adalah bangsa yang warganya dapat menerima perbedaan orang lain. Meningkatkan ketaqwaan Semakin memahami tentang prinsip perbedaan, maka semakin sadar akan nilai toleransi. Semua agama mengajarkan hal baik dan penuh rasa kasih sayang antar sesamma. Ketaqwaan seseorang dapat terlihat dari bagaimana cara manusia menerapkan ajaran agamanya masing-masing. Baca juga Toleransi dalam Keberagaman Indikator toleransi Dalam jurnal ilmiah Skala Karakter Toleransi Konsep dan Operasional Aspek Kedamaian, Menghargai Perbedaan, dan Kesadaran Individu 2017 oleh Supriyanto, indikator toleransi dapat dilihat dari Tujuannya kedamaian, metodenya adalah toleransi Toleransi adalah terbuka dan reseotif pada indahnya perbedaan Toleransi menghargai individu dan perbedaan Toleransi adalah saling menghargai satu sama lain Benih dari intoleransi adalah ketakutan dan ketidakpedulian Benih dari toleransi adalah cinta, diakhiri oleh kasih sayang dan perhatian Mereka yang tahu menghargai kebaikan dalam diri orang lain dan situasi adalah orang yang memiliki toleransi Toleransi adalah kemampuan untuk menghadapi situasi sulit Untuk mentolerir ketidaknyamanan hidup dengan melepaskan, menjadi santai, membiarkan orang lain, dan terus melangkah maju Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Toleransi adalah sikap, sifat atau tindakan seseorang dengan kelapangan dada untuk menghargai, membiarkan dan membolehkan perbedaan orang lain, seperti; pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan dan hal-hal kain yang berbeda dengan dirinya secara sadar dan terbuka serta dapat hidup tenang ditengah perbedaan tersebut. Istilah toleransi berasal dari bahasa latin, yaitu tolerantia, yang artinya kelonggaran, kelembutan hati, keringanan dan kesabaran. Kata toleransi diserap dari bahasa inggris, yaitu tolerance atau tolerantion yang artinya suatu sikap yang membiarkan dan lapang dada terhadap perbedaan orang lain, baik pada masalah pendapat opinion agama kepercayaan atau segi ekonomi, sosial, dan politik. Salah satu nilai karakter yang perlu ditanamkan di Indonesia ialah sikap toleransi. Sikap toleransi dilakukan dengan menerima dan menghargai perbedaan-perbedaan yang ada serta tidak melakukan diskriminasi terhadap perbedaan yang dimiliki orang lain. Perbedaan yang dimaksud meliputi perbedaan agama, ras, suku, bangsa, budaya, penampilan, kemampuan dan lain-lain. Berikut definisi dan pengertian toleransi dari beberapa sumber buku Menurut Poerwadarminta 2002, toleransi adalah sifat atau sikap menenggang menghargai, membiarkan, membolehkan pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan dan lain sebagainya yang berbeda dengan pendiriannya sendiri. Menurut Tim FKUB Semarang 2009, toleransi adalah kelapangan dada, suka rukun dengan siapa pun, membiarkan orang berpendapat, atau berpendirian lain, tidak mengganggu kebebasan berpikir dan berkeyakinan dengan orang lain. Menurut Suyadi 2013, toleransi adalah sikap dan perilaku yang mencerminkan penghargaan terhadap perbedaan agama, aliran kepercayaan, suku, adat, bahasa, ras, etnis, pendapat, dan hal-hal kain yang berbeda dengan dirinya secara sadar dan terbuka serta dapat hidup tenang ditengah perbedaan tersebut. Menurut Kemendiknas 2010, toleransi adalah sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya. Menurut Bahari 2010, toleransi adalah pendirian atau sikap yang termanifestasikan pada kesediaan untuk menerima berbagai pandangan dan pendirian yang beraneka ragam meskipun tidak sependapat dengannya. Dasar Hukum Toleransi Dasar hukum toleransi di Indonesia, termuat di dalam UUD 1945 BAB X tentang Hak Asasi Manusia Pasal 28 J, yaitu Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokrastis. Bentuk-bentuk Toleransi Toleransi ialah sikap saling menghargai tanpa membedakan suku, gender, penampilan, budaya dan keyakinan. Seseorang yang bersikap toleran bisa menghargai orang lain meskipun berbeda pandangan dan keyakinan. Menurut Abdullah 2001, sikap toleransi dapat diwujudkan dalam bentuk-bentuk sebagai berikut a. Memberikan kebebasan atau kemerdekaan Kebebasan atau kemerdekaan diberikan sejak manusia lahir sampai meninggal dan kebebasan atau kemerdekaan yang manusia miliki tidak dapat digantikan atau direbut oleh orang lain dengan cara apapun. Karena kebebasan itu adalah datangnya dari Tuhan YME yang harus dijaga dan dilindungi. Di setiap negara melindungi kebebasan-kebebasan setiap manusia baik dalam Undang-Undang maupun dalam peraturan yang ada. Begitu pula dalam memilih satu agama atau kepercayaan yang diyakini, manusia berhak dan bebas dalam memilihnya tanpa ada paksaan dari siapapun. b. Mengakui hak setiap orang Suatu sikap mental yang mengakui hak setiap orang di dalam menentukan sikap perilaku dan nasibnya masing-masing. Tentu saja sikap atau perilaku yang dijalankan itu tidak melanggar hak orang lain, karena kalau demikian, kehidupan di dalam masyarakat akan kacau. c. Menghormati keyakinan orang lain Landasan keyakinan di atas adalah berdasarkan kepercayaan, bahwa tidak benar ada orang atau golongan yang berkeras memaksakan kehendaknya sendiri kepada orang atau golongan lain. Tidak ada orang atau golongan yang memonopoli kebenaran dan landasan ini disertai catatan bahwa soal keyakinan adalah urusan pribadi masing-masing orang. d. Saling mengerti Tidak akan terjadi, saling menghormati antara sesama manusia bila mereka tidak ada saling mengerti. Saling anti dan saling membenci, saling berebut pengaruh adalah salah satu akibat dari tidak adanya saling mengerti dan saling menghargai antara satu dengan yang lain. Prinsip-prinsip Toleransi Menurut Al Munawar 2003, agree in disagreement setuju di dalam perbedaan adalah pedoman atau prinsip dalam kehidupan bertoleransi, karena perbedaan selalu ada di dunia ini, dan perbedaan tidak harus menimbulkan pertentangan. Adapun prinsip-prinsip toleransi tersebut adalah sebagai berikut a. Kesaksian yang jujur dan saling menghormati frank witness and mutual respect Semua pihak dianjurkan membawa kesaksian yang terus terang tentang kepercayaannya di hadapan Tuhan dan sesamanya, agar keyakinannya masing-masing tidak ditekan atau-pun dihapus oleh pihak lain. Dengan demikian rasa curiga dan takut dapat dihindarkan serta semua pihak dapat menjauhkan perbandingan kekuatan tradisi masing-masing yang dapat menimbulkan sakit hati dengan mencari kelemahan pada tradisi keagamaan lain. b. Kebebasan beragama religius freedom Meliputi prinsip kebebasan perorangan dan kebebasan sosial individual freedom and social freedom Kebebasan individual sudah cukup jelas setiap orang mempunyai kebebasan untuk menganut agama yang disukainya, bahkan kebebasan untuk pindah agama. Tetapi kebebasan individual tanpa adanya kebebasan sosial tidak ada artinya sama sekali. Jika seseorang benar-benar mendapat kebebasan agama, ia harus dapat mengartikan itu sebagai kebebasan sosial, tegasnya supaya agama dapat hidup tanpa tekanan sosial. Bebas dari tekanan sosial berarti bahwa situasi dan kondisi sosial memberikan kemungkinan yang sama kepada semua agama untuk hidup dan berkembang tanpa tekanan. c. Penerimaan Acceptance Prinsip penerimaan yaitu mau menerima orang lain seperti adanya. Dengan kata lain, tidak menurut proyeksi yang dibuat sendiri. Jika kita memproyeksikan penganut agama lain menurut kemauan kita, maka pergaulan antar golongan agama tidak akan dimungkinkan. Jadi misalnya seorang Kristen harus rela menerima seorang penganut agama Islam menurut apa adanya, menerima Hindu seperti apa adanya. d. Berfikir positif dan percaya positive thinking and trustworthy Seseorang yang berpikir secara positif dalam perjumpaan dan pergaulan dengan penganut agama lain, jika dia sanggup melihat pertama yang positif, dan yang bukan negatif. Orang yang berpikir negatif akan kesulitan dalam bergaul dengan orang lain. Dan prinsip percaya menjadi dasar pergaulan antar umat beragama. Selama agama masih menaruh prasangka terhadap agama lain, usaha-usaha ke arah pergaulan yang bermakna belum mungkin. Sebab kode etik pergaulan adalah bahwa agama yang satu percaya kepada agama yang lain, dengan begitu dialog antar agama antar terwujud. Daftar Pustaka Tim FKUB Semarang. 2009. Kapita Selekta Kerukunan Umat Beragama. Semarang FKUB. Al Munawar, Said Agil. 2003. Fiqih Hubungan Antar Agama. Jakarta Ciputat Press. Poerwadarminta, 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta Balai Pustaka. Kemendiknas. 2010. Bahan Pelatihan Penguatan Metodologi Pembelajaran Berdasarkan Nilai-Nilai Budaya untuk Membentuk Daya Saing dan Karakter Bangsa. Jakarta Kemendiknas. Abdullah, Maskuri. 2001. Pluralisme Agama dan Kerukunan dalam Keagamaan. Jakarta Buku Kompas. Suyadi. 2013. Strategi Pembelajaran Pendidikan Karakter. Bandung Remaja Rosdakarya. Bahari. 2010. Toleransi Beragama Mahasiswa Studi tentang Pengaruh Kepribadian, Keterlibatan Organisasi, Hasil Belajar Pendidikan Agama dan Lingkungan Pendidikan terhadap Toleransi Mahasiswa Berbeda Agama pada 7 Perguruan Tinggi Umum Negeri. Jakarta Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Puslitbang Kehidupan Keagamaan.