Sedangkanuang kuliah adalah sebagian biaya kuliah yang ditanggung setiap mahasiswa. Berikut komposisi biaya yang harus dibayarkan untuk Jurusan Pendidikan Dokter di Unpad berdasarkan Penetapan BKT dan UKT tahun akademik 2017/2018. BKT untuk Pendidikan Dokter adalah Rp23.249.056. UKT I: Rp500.000. UKT II: Rp1.000.000.
Biayakuliah UI Jalur Mandiri 2022, akan dikenakan biaya berupa BOP yang dibayarkan per semester dan UP (Uang Pangkal) yang dibayarkan sekali di saat pendaftaran. BOP Pilihan atau BOP-P merupakan biaya pendidikan di UI untuk mahasiswa S1 Reguler juga yang besarannya lebih besar daripada BOP-B. Besaran BOP-P ini dapat dipilih sendiri oleh
Berikutbiaya pendidikan per semester bagi mahasiswa yang diterima di itb melalui sbmptn (dalam bentuk uang kuliah tunggal/ukt): Biaya kuliah itb jalur mandiri 2020 untuk mahasiswa reguler program sarjana tahun akademik 2020/2021 adalah: Source: biayakuliah.net. Rp25.000.000 per semester (ukt5) dan minimum rp25.000.000 (iuran pengembangan
BiayaLiburan ke Thailand kurang dari Rp.5 juta selama 3 hari. Di sana ada hostel murah seharga Rp.200 ribu dan uang makan senilai Rp.100,000. Terkait: Biaya Kuliah LP3I. Thailand tidak pernah berhenti menawarkan berbagai macam panorama alam menakjubkan. Bahkan, mayoritas wisatawan wanita bukan sekadar berlibur ke tempat-tempat seru namun
Sebagaimanadiketahui, akreditasi atau kesohoran nama tempat mengenyam pendidikan sering kali dijadikan acuan ketika mengajukan lamaran. Namun, kurangnya biaya kerap menjadi alasan kuliah di mana saja, yang penting ilmunya. Stop over thinking, beberapa beasiswa S1 Inggris 2022 di ulasan berikut dapat Anda perjuangkan supaya bisa kuliah tanpa biaya.
Diperkirakanbiaya keperluan bulanan yang harus dikeluarkan per bulannya selama tinggal di Amerika adalah sekitar Rp 2,1 juta sampai Rp 2,8 juta. Biaya tersebut sudah termasuk berbagai produk yang dibutuhkan per bulannya, seperti bahan masakan, produk perawatan diri, produk rumah tangga, cemilan, dan lain-lain. 7.
Danrincian biaya kuliah di unigal, dari pendaftaran ,bngunan, persemester dan lain". Mohon jawaban nya, ini email sya fitrianurhidayah391@ Jawaban : Mohon Maaf, kami tunggu kunjungan anda di Gedung Rektorar ke sekertarian penerimaan Mahasiswa Baru, Supaya Jelas. Ahmad muhsinin
AkademiMaritim Nusantara bertekad untuk: Menjadi Pusat Pelatihan dan Pengembangan Pendidikan Maritim yang peduli pada kaum papa dan dapat memberi kontribusi keahlian yang unggul dalam industri maritim nasional dan internasional pada tahun 2025, dengan cara: Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan maritim tingkat akademi yang merespons masalah keadilan sosial dan integritas ciptaan sesuai
Pengamatpendidikan Arif Rahman menilai, biaya itu tinggi karena persoalan peralatan. Butuh alat yang mahal dan canggih supaya operasional fakultas tersebut bisa berjalan. "Harus cermat
Bebasbiaya kuliah dan biaya hidup loh. Tapi ada syarat-syaratnya yang harus Anda penuhi. Ya, Universitas Pertahanan Republik Indonesia ( Unhan RI) yang secara fungsional dibina oleh Kementerian Pertahanan kembali membuka pendaftaran mahasiswa baru jenjang S1 untuk tahun ajaran 2021/2022.
3zIfo. Memilih kuliah di Thailand adalah salah satu keputusan tepat yang bisa kamu ambil. Tidak hanya terkenal karena kulinernya, Thailand juga menawarkan kualitas pendidikan yang menarik minat para pelajar di berbagai belahan dunia. Salah satu bukti bahwa Thailand adalah pilihan populer untuk destinasi pendidikan adalah karena lebih dari 25,000 mahasiswa internasional memilih daftar di S1 dan S2 di berbagai universitas Thailand. Sistem Pendidikan Sistem pendidikan di Thailand termasuk Sekolah Negeri, Sekolah Swasta, dan Sekolah Internasional Termasuk dalam sekolah swasta. Sistem pendidikannya membuat banyak sekolah di Thailand dibagi dalam tiga jenjang berbeda, yaitu pre-school, pendidikan sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas. Setiap jenjang pendidikan menawarkan tingkat pendidikan terpisah, mirip seperti kindergarten, sekolah menengah di berbagai negara Barat yang dibagi dalam beberapa tahun. Kamu harus mampu membiasakan diri dengan sistem pendidikan yang ditawarkan di Thailand jika kamu mempunyai anak yang harus segera sekolah. 1. Pre-School Adalah jenjang pertama bagi anak-anak usia 3-6 dan bukan pendidikan wajib. Lembaga pre-school juga menawarkan kelas Kindergarten 1, 2, dan 3. 2. Primary Education Primary Education atau Sekolah Dasar dimulai pada usia 6 tahun, adalah usia wajib bagi anak-anak di Thailand untuk mendaftar sekolah. Durasi sekolah SD di Thailand adalah 6 tahun yaitu Prathom 1-6. Setelah usia 12 tahun, maka dapat mengikuti studi di lower elementary dan upper elementary. Sekolah dasar negeri yang dikelola pemerintah tidak memungut biaya pendidikan sama sekali atau gratis. 3. Secondary Education Dari usia 12-18 tahun, anak-anak di Thailand akan sekolah di Pendidikan Sekunder. Terdapat pendidikan vokasional dan akademik. Pendidikan vokasional ditawarkan bagi siswa yang tidak berhasil mencapai nilai yang dibutuhkan untuk masuk ke jenjang lebih tinggi. 4. Pendidikan Perguruan Tinggi Kolese dan universitas di Thailand diatur oleh Menteri Pendidikan dengan banyak tawaran program akademik maupun vokasional. Sehingga, mahasiswa akan mendapatkan kesempatan memperoleh gelar BA, BSc, ataupun lebih tinggi di berbagai jurusan. Selain adanya universitas negeri, terdapat pula sejumlah universitas swasta, dengan biaya kuliah yang lebih tinggi dibandingkan dengan biaya kuliah di perguruan tinggi negeri yang didanai pemerintah. Biaya Kuliah S2 Biaya perkuliahan di Universitas Negeri Thailand lebih terjangkau jika dibandingkan dengan negara tetangganya. Chulalongkorn University misalnya, menawarkan biaya kuliah S2 di Thailand sebesar 2,185-2,360 EUR per semester. Sedangkan biaya kuliah di Universitas Swasta Thailand bergantung pada pilihan jurusan, durasi perkuliahan, dan sebagainya. Contoh, kuliah di University of the Chamber of Commerce UTCC untuk kuliah Master, biaya yang dibutuhkan mulai 9,865-14,125 EUR per tahun. Biaya kuliah S2 di Thailand juga tersedia untuk mahasiswa internasional yang memilih kuliah di universitas-universitas yang terkenal murah. Contohnya, Thammasat University menawarkan program kuliah S2 atau Master dengan biaya mulai 900 EUR per tahun. Penutup Itulah penjelasan lengkap terkait estimasi biaya kuliah S2 di Thailand lengkap dengan informasi sistem pendidikan di negara tersebut. Thailand tidak hanya menjadi negara populer di Asia, tetapi juga menjadi tempat dimana kamu akan memperoleh keuntungan pribadi ketika kuliah disana. Kamu bisa mendapatkan peluang pekerjaan setelah lulus, karena kemampuan bertahan hidup di Thailand akan meningkatkan nilai resume dan membuat kamu lebih unggul dibandingkan kandidat lain saat melamar pekerjaan.
Oleh Heri Akhmadi, Alumni Chulalongkorn University, ASEAN Scholarship Awardee Tulisan Menghitung Biaya Hidup dan Memilih Tempat Tinggal di Thailand ini merupakan lanjutan dari rangkaian tulisan “Seri Kuliah di Thailand”. Tulisan ini lahir juga dari pertanyaan para para pembaca dan umumnya teman-teman yang tertarik atau akan melanjutkan kuliah di Thailand. Pertanyaan yang sering ditanyakan biasanya adalah mengenai dimana dan bagaimana memilih tempat tinggal apartemen sebutannya kalau di Thailand selama kuliah di sana. Tinggal di negara baru – apalagi bagi yang baru pertama kali ke Thailand – tentu bukan perkara mudah. Kalau anda orang Jakarta mau kuliah di Jogja mungkin tinggal main sebentar ke Jogja barang sehari dua hari, sekalian searching-searching tempat kos barangkali tidak masalah. Namun meski Indonesia-Thailand hanya berjarak 3 jam perjalanan dengan pesawat dari Jakarta, dan mungkin kebanyakan orang sudah juga pernah ke sana Bangkok misalnya, namun bukan perkara mudah bagi yang akan menetap lama di sana untuk mencari tempat tinggal. Bahkan meskipun anda banyak uang dan bisa bayar berapapun harga sewa apartemen, tentu tetap mempertimbangkan lingkungan sebelum memilih suatu tempat menjadi rumah tinggal. Apalagi bagi seorang muslim yang akan tinggal di tanah Budha tentu juga mempertimbangkan akses kehalalan makanan, satu hal lainnya yang tak kalah pentingnya. Untuk itu, semoga tulisan singkat ini bisa menjadi gambaran bagi yang membutuhkan informasi terkait dengan tempat tinggal dan biaya hidup di Thailand. Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman hidup saya dua tahun lebih disana dari bulan Maret 2013 hingga Juni 2015. Dan tentu Karena sekarang sudah tahun 2018 mungkin ada beberapa parameter keuangan yang sudah berubah bisa naik bisa turun. Hanya saja berdasar pengalaman saya di Thailand, secara ekonomi tingkat inflasi di Thailand cukup rendah dan dengan tingkat pengangguran hampir nol full employment maka harga-harga relative stabil. Jadi meski sudah dua tahun berlalu insyaAllah masih bisa dijadikan rujukan. Tentu jika ada pembaca yang baik hati mempunyai info terkini saya akan sangat berterima kasih jika berkenan memberikan update informasi. Hal berikutnya yang menjadi catatan dalam tulisan ini adalah bahwa parameter keuangan yang saya gunakan adalah dengan standar hidup di Bangkok, mengingat di sanalah saya pernah tinggal. Jadi kalau anda berencana tinggal di Chiang Mai misalnya Salah satu provinsi di ujung utara Thailand, mungkin akan sedikit berbeda. Namun karena Bangkok merupakan ibukota dan kota terbesar di Thailand, bisa dikatakan harga di daerah lain umumnya lebih rendah. Biaya Hidup di Thailand Sebelum bicara mengenai dimana akan tinggal, akan lebih baik untuk mengenal seberapa besar tingkat biaya hidup di Thailand. Kerena tempat tinggal merupakan komponen penyusun biaya hidup. Sehingga dengan ini akan ada gambaran yang lebih luas seperti apa tingkat kehidupan di sana. Berbicara mengenai biaya hidup tidak bisa dipisahkan dengan tingkat ekonomi dan pendapatan perkapita masyarakat. Sebagai informasi, upah minimum pekerja kasar di Thailand Bangkok adalah 300 baht per hari. Misalkan dengan kurs BI 1 baht = Rp. 395 dibulatkan Rp. 400 berarti per hari sekitar Rp. Secara sederhana bisa diambil kesimpulan bahwa biaya hidup minimal per hari menurut standar pemerintah Thailand adalah 300 baht atau Rp. per hari all in. Meski menurut professor saya disana, sangat susah mencari orang Thailand untuk sekedar jadi tukang kebun misalnya jika dibayar hanya 300 baht per hari. Dan kebanyakan mereka yang menjadi pekerja kasar ini adalah buruh migran dari negara tetangga Thailand seperti dari Myanmar dan Kamboja yang bekerja sebagai pekerja bangunan umumnya. Bagaimana dengan standar biaya hidup pekerja lainnya? Jika anda bergelar sarjana S1 maka anda layak untuk digaji sebesar minimal baht sekitar 6 jutaan perbulan di Thailand. Saya sendiri tidak paham kenapa segitu angkanya. Yang saya tahu segitu juga living cost yang saya terima dari beasiswa ASEAN Scholarship setiap bulan. Barangkali karena sebagai mahasiswa S2 seperti saya dianggap setingkat dengan lulusan S1 kalau bekerja. Faktanya memang kita semua lulusan S1 yang sedang menempuh studi S2, mungkin itu alasannya. Lebih detail mengenai rata-rata penghasilan pekerja di Thailand bisa dilihat di sini. Itulah gambaran besarnya standar biaya hidup jika dilihat dari “sisi penerimaan”. Bagaimana dengan sisi pengeluaran?. Bicara sisi pengeluaran bisa dilihat dari banyak sisi. Setidaknya ada beberapa pos pengeluaran yang hampir pasti dikeluarkan per bulan, yaitu Biaya Tempat tinggal Sewa Apartement Biaya Makan Biaya Transportasi Biaya Komunikasi pulsa telfon, internet Biaya lain-lain Pertama biaya tempat tinggal atau umumnya di Thailand biaya sewa apartemen. Anda jangan bayangkan bahwa apartemen itu pasti gedung bertingkat dengan fasilitas mewah seperti kita kenal di Indonesia untuk istilah apartemen. Karena memang di Thailand tidak ada istilah kos-kosan seperti di Indonesia yang membedakan “kelas” tempat tinggal dengan apartemen. Jadi meski cuma bangunan rumah terdiri beberapa kamar yang disewakan di Thailand sudah disebut dengan apartemen…hehe. Lantas berapa biaya sewa apartemen di Thailand?. Secara detail saya bahas pada bagian akhir tulisan ini dalam sub judul “Memilih Tempat Tinggal/Apartemen di Thailand”. Sebagai gambaran biaya sewa apartemen di Bangkok berkisar antara baht paling murah hingga puluhan ribu baht. Tergantung ukuran, lokasi dan tentu fasilitasnya. Lebih detail silakan baca di bagian akhir tulisan ini. Komponen biaya yang kedua adalah biaya makan. Sebagai gambaran biaya sekali makan di Bangkok antara 35 baht sampai 75 baht sekira 13 sampai 28 ribuan rupiah per porsi. Ini adalah harga untuk standar mahasiswa dan harga di kedai biasa ya di kantin kampus, warung pinggir jalan atau food court swalayan. Namun jika anda ingin merasakan masakan kelas restoran anda harus menyiapkan paling tidak minimal 200 baht per porsi 80 ribuan. Tentu harga ini relative dengan kelas restoran/rumah makan dan menunya. Untuk minuman anda cukup merogoh kocek 20 baht sudah bisa mendapatkan satu gelas Cha Yen, minuman the tarik khas Thailand. Atau kalau anda mau lebih sehat dan hemat cukup dengan 8 baht bisa mendapatkan 1 botol sedang ukuran 600 ml air mineral. Kalau mau lebih ngirit lagi, cukup minum air putih yang disediakan. Jadi kalau sehari 3x makan ambir rata-rata 200 baht Sarapan “Khao Niau” Nasi Uduk Lauk Daging di Soi Jet Seharga 35 Baht Sisi pengeluaran lainnya adalah biaya transportasi dan komunikasi. Secara umum transportasi di Thailand, Bangkok khususnya sudah baik. Jauh lebih baik dibanding Jakarta…hehe. Ada beberapa model dari Bus, Kereta Api, Skytrain/BTS kereta layang, Taksi, Van/Travel, Tuk-Tuk becak motor khas Thailand, boat angkutan sungai bahkan Ojek ojek resmi berseragam dan terdaftar. Dari sisi biaya, pengeluaran untuk transportasi relatif murah, bahkan jauh lebih murah dari Indonesia. Bus misalnya, mulai dari minimal 6,5 baht sekitar Rp. untuk bus ekonomi, dan paling tinggi 11 baht sekitar Rp. sejauh trayeknya, beberapa bahkan gratis bus gratis dari pemerintah. Untuk Bus AC mulai dari 11 baht hingga puluhan baht sesuai jaraknya. Kereta api juga murah meriah, kecuali BTS yang agak mahal sedikit tapi masih terjangkau. Taksi yang banyak berseliweran di kota dan mudah didapatkan juga relatif murah, tarif minimal cuma 35 baht sekitar Rp. Bandingkan dengan di Jakarta yang minimal Rp. bahkan kota menengah seperti Purwokerto tarif minimal taksi Rp. Dengan asumsi satu hari 2x menggunakan transportasi maka setidaknya perlu disiapkan anggaran sekitar 30 baht per hari. Bagaimana dengan biaya komunikasi?. Secara umum tidak jauh berbeda dengan di Indonesia. Demikian juga aksesabilitasnya, gampang dicari. Bahkan untuk biaya telfon/call mobile phone relatif lebih murah. Paling biaya sms yang lebih mahal dari Indonesia. Tapi Alhamdulilah sekarang sudah jarang yang menggunakan sms. Anggaran sekitar 300 baht per bulan insyaAllah cukup untuk biaya telfon plus paket internet. Terakhir biaya lain-lain. Termasuk dalam pos anggaran ini adalah biaya sosial, organisasi dan juga refreshing. Ya meskipun kita statusnya pelajar, perlu juga kan refreshing alias jalan-jalan…meski hanya sekitaran Bangkok…hehe. Untuk alokasi biaya ini tentu relatif, namun dengan anggaran sekitar baht saya kira sudah cukup. Kesimpulan berapa biaya hidup per bulan di Thailand? Kalau melihat komponen biaya dan besaran nilainya, bisa diambil “kesimpulan” rata-rata biaya hidup per bulan di Thailand Bangkok kurang lebih sebagai berikut Komponen Biaya Jumlah Baht Rupiah Biaya Tempat tinggal Sewa Apartement plus listrik&internet Biaya Makan Biaya Transportasi 900 Biaya Komunikasi pulsa telfon, internet 300 Biaya lain-lain Baht Rp. Catatan Biaya pada tabel di atas adalah biaya hidup untuk 1 satu orang. Nilai tukar baht ke rupiah mengacu pada kurs jual Bank Indonesia pada hari Kamis, 8 Agustus 2019 pukul WIB sebesar Rp 480 per baht. Diakses dari Demikian kurang lebih total biaya hidup di Thailand. Biaya tersebut belum mempertimbangkan biaya untuk pendidikan misalnya beli buku dan biaya lainnya misal beli pakaian, asuransi, anggaran darurat dan lain-lain. Memilih Tempat Tinggal/Apartemen Setelah tahu gambaran biaya hidup di Thailand, saya kira anda sudah bisa membayangkan berapa minimal yang diperlukan untuk hidup di sana. Selanjutnya tiba saatnya kita bicara tempat tinggal atau di sana umumnya dikenal dengan apartemen. Meski kadang bentuknya seperti kos-kosan kalau di Indonesia. Maklum orang Thai gak kenal istilah kos-kosan…hehe. Dan jangan anda bayangkan kalau apartemen seperti di Jakarta yang mewah dan menjulang tinggi gedungnya. Untuk sebagian, terutama untuk apartemen pekerja memang iya. Tapi kalau untuk aparteman kelas mahasiswa jelas tidak semewah itu. Kembali ke prinsip, ada harga ada rupa…hehe Terkait tempat tinggal, umumnya mahasiswa memilih tinggal di sekitar kampus. Bagi kampus yang menyediakan dorm/asrama bisa juga jadi pilihan asal sesuai. Karena kampus seperti Chulalongkorn University baru saja melaunching “Chulalongkorn University International House CU iHouse”, dorm untuk International Student yang harganya relatif mahal untuk kantong mahasiswa seperti saya. Biaya sewanya minimal THB per bulan, dengan stipend THB bisa puasa sepanjang bulan saya…hehe. Letaknya memang strategis di komplek kampus, dekat dengan pusat perbelanjaan MBK Center dan fasilitasnya lengkap free wifi, water and electricity and full furnished. Chula memang ada dorm lama, tapi umumnya untuk mahasiswa S1 dan asli Thailand. Chulalongkorn University International House or CU iHouse, Dormitori Mahasiswa Chula Yang Baru Pict. Lain halnya dengan Asian Institute of Technology AIT dan Kasetsart University, di kampusnya tersedia dorm dengan harga relatif terjangkau. Detailnya saya tidak tahu tapi menurut pengalaman teman yang kuliah di sana, masih harga mahasiswa…hehe. Dan enaknya bisa bawa keluarga dan anak-anak. Karena beberapa apartemen di Bangkok tidak mengizinkan bawa keluarga dan anak-anak. Memilih dan mencari apartemen itu gampang-gampang susah, bahkan kadang seperti mencari jodoh. Banyak pertimbangan yang diperlukan. Pada umumnya ada 3 hal yang dipertimbangkan Harga Lokasi/lingkungan Fasilitas Harga jelas kaitannya dengan kemampuan membayar biaya sewanya. Meski ukuran harga bukanlah satuan mata uang, tapi tebal-tipisnya dompet anda…hehe. Jadi pada dasarnya harga ini relatif, sesuai dengan daya beli anda. Adapun lokasi biasanya pertimbangan jauh dekatnya ke kampus dan mudah tidaknya akses transportasi. Sedangkan lingkungan biasanya terkait dengan aspek sosial dan terkadang makanan. Aspek sosial tentu dilihat dari banyak aspek misalnya masalah keamanan dan kenyamanan. Ini juga terkait dengan pertimbangan terakhir, misalnya soal makanan. Dua aspek ini menjadi penting, misalnya bagi anda yang muslim. Mengingat Thailand adalah negara dengan mayoritas Budha, umumnya mereka mengkonsumsi babi dengan segala varian produknya, mulai dari daging, kerupuk sampai minyak. Untuk itu beberapa teman mahasiswa memilih tinggal di kampung muslim yang banyak terdapat di Thailand dengan pertimbangan dekat dengan masjid dan mudah mencari makanan halal . Barangkali anda baru tahu kalau Bangkok termasuk salah satu provinsi dengan jumlah muslim yang banyak tinggal di Thailand. Misal di daerah Petchburi Road Soi 5, Soi 7 dan Soi 11 dekat KBRI , daerah Ramkamkhaeng, Minburi dan sekitar sungai Chao Praya. [Baca Petchburi Soi Jet, Kampung Muslim dan Surga Makanan Halal di Bangkok] Bagi yang kuliah di Chulalongkorn University atau Mahidol University kampus Phaya Thai, pilihan tinggal di sekitar Petchburi Road Soi 5 dan Soi 7 barangkali pilihan yang ideal. Selain dekat dengan kampus dan KBRI, mudah akses transportasi juga merupakan kawasan kampung muslim. Sehingga mudah mencari makanan halal. Harganya juga relatif terjangkau, mulai dari THB per bulan sampai THB ada di sini exclude listrik dan air. Kalau ambil standar rata-rata harga sewa apartemen sekitar baht per bulan. Untuk internet bervariasi ada yang free ada yang bayar. Saya sendiri pernah satu tahun tinggal di kawasan ini hingga lulus. Di sekitar kawasan ini masih di Pecthburi Road juga bisa dipertimbangkan. Bahkan di daerah Soi 11 pernah ada “Athen Apartment”, sebuah apartemen 6 lantai yang dulu dikenal sebagai “Kampung Indonesia di Thailand”, mengingat banyaknya WNI yang tinggal di sana. Umumnya memang pegawai KBRI mengingat letaknya hanya sekitar 200 meter dari Kedutaan. Saya sendiri dan beberapa mahasiwa ada sekitar 10 mahasiswa pernah tinggal sekitar 1 tahun disana sebelum “dipaksa” pindah karena dijual pemiliknya untuk dirubah menjadi hotel. Letaknya strategis di kawasan wisata Bangkok, Pratunam Market. Kamarnya besar, ada kitchen set, bisa bawa keluarga dan yang pasti banyak orang Indonesianya. Harganya juga relatif murah untuk lokasi yang strategis, mulai dari THB perbulan exclude listrik, air dan internet. Athen Apartemen Tampak dari Gang 11 Petchburi Road, dekat KBRI Bangkok gambar sebelum direnovasi sebagai hotel Demikian sementara tulisan tentang memilih tempat tinggal di Thailand dan gambaran biaya hidupnya. InsyaAllah ke depan akan saya tambahkan informasi lainnya. Bagi pembaca yang mau menambahkan data atau koreksi dari tulisan ini saya ucapkan terima kasih. Semoga bermanfaat.. Yogyakarta, 14 Juli 2017 updated, 8 Agustus 2019 Catatan Disclaimer data dan informasi harga pada tulisan ini merupakan data untuk biaya hidup dan sewa apartemen di daerah metropolitan Bangkok. Untuk daerah lain di Thailand kemungkinan berbeda. Umumnya untuk di luar Bangkok lebih murah, meski itu relatif sesuai dengan tipe dan kelasnya. Data kurs nilai tukar dan harga-harga barang/jasa/sewa mengacu pada saat artikel ini ditulis. Soi bahasa Thai = gang Indonesia
Thailand adalah salah satu negara di Asia Tenggara yang sering menjadi tujuan wisata favorit orang Indonesia, terutama bagi mahasiswa atau pekerja yang ingin liburan dengan budget minim selama seminggu. Bangkok dan Phuket adalah kota yang paling banyak dikunjungi. Letaknya yang tidak terlalu jauh dari Indonesia membuat kebanyakan wisatawan nusantara tidak sulit untuk beradaptasi di Thailand karena negaranya masih memiliki kemiripan. Hal ini juga membuat harga tiket pesawat ke Negeri Gajah Putih tidak terlalu mahal dari Indonesia. Selain itu, Thailand juga memiliki berbagai tempat wisata yang beragam dan tidak kalah bagusnya dengan negara lain. Ada banyak obyek wisata alam, sejarah, religi, hingga buatan yang bisa dikunjungi di berbagai kota. Banyak juga yang bilang kalo biaya hidup di Thailand itu murah. Nah, sebenarnya berapa sih biaya yang dihabiskan buat liburan satu minggu di Thailand 2023? Apakah cocok untuk mahasiswa yang masih kuliah? Yuk, kita lihat dulu rinciannya! 1. Tiket Pesawat❤️2. Akomodasi❤️3. Transportasi❤️4. Konsumsi❤️5. SIM Card❤️6. Tempat Wisata❤️7. Oleh-Oleh❤️8. Asuransi Perjalanan❤️9. Biaya Tak Terduga❤️10. Total dan Kesimpulan❤️ 1. Tiket Pesawat❤️ Satu hal yang harus kalian beli untuk bisa sampai ke Thailand adalah tiket pesawat. Sebab, pesawat adalah moda transportasi tercepat untuk bisa tiba di Thailand dari Indonesia. Harga tiket pesawat pulang pergi untuk setiap maskapai penerbangan akan berbeda-beda. Selain jenis maskapai, waktu kunjungan dan kota tujuan juga memengaruhi harga tiket pesawat. Maskapai low cost carrier akan menawarkan harga tiket yang lebih murah daripada full service. Selain itu, jika kalian pergi saat high season tentu harga tiket akan lebih mahal daripada saat low season. Untuk maskapai low cost carrier, rata-rata harga tiket paling mahal hanya Rp. pulang pergi. Sementara itu, maskapai full service mencapai Rp. untuk pulang pergi. Ingin naik full service airlines dengan harga yang murah? Kalian harus pintar-pintar mencari tau kapan saja mereka mengadakan pameran untuk menjual tiket murah. Nah, di sini kalian biasanya bisa dapat tiket yang murah untuk full service airlines. 2. Akomodasi❤️ Selain tiket pesawat, tentunya kalian juga harus memesan akomodasi untuk tempat tinggal selama di Thailand. Harga akomodasi juga tentunya akan bervariasi, tergantung dari beberapa faktor seperti jenis akomodasi, lokasinya, fasilitas, dan lain-lain. Harga hotel bintang lima dengan fasilitas yang beragam tentunya akan lebih mahal daripada harga budget hotel atau hostel. Penginapan di pusat kota juga bisa lebih mahal daripada yang terletak di pinggiran kota. Buat kalian yang ingin menginap di pusat kota dengan budget terbatas, jangan khawatir ya. Di pusat Kota Bangkok masih banyak lho budget hotel dengan tarif 170 Baht per malamnya. Jika dirupiahkan, ini hanya sekitar Rp. saja lho! Lalu, jika kita total untuk lima hari menginap di budget hotel, kalian hanya perlu membayar Rp. untuk satu kamar. Nah, murah kan? 3. Transportasi❤️ Di Thailand banyak sekali moda transportasi yang bisa kalian manfaatkan untuk menunjang mobilitas sebagai seorang turis. Beberapa di antaranya yaitu MRT, Skytrain, bus, taksi online, dan tuktuk. Tarif yang diberlakukan untuk setiap moda transportasi tentunya akan berbeda, tergantung dari jarak yang ditempuh. Namun, buat kalian yang ingin pergi selama lima hari, sebaiknya siapkan uang sebesar 200 – 250 Baht atau sekitar Rp. 100 – 120 ribu. 4. Konsumsi❤️ Pengeluaran selanjutnya yang harus dibayar ketika pergi ke Thailand adalah untuk konsumsi. Nah, untuk hal yang satu ini, kalian tidak perlu khawatir karena sangat mudah untuk menemukan makanan murah di Thailand. Tentunya, untuk menemukan makanan murah, kalian disarankan untuk tidak pergi ke restoran. Namun, carilah pedagang kaki lima alias street food. Banyak dan cukup mudah ditemukan di kota besar lho. Harga makanan di Thailand berkisar antara 30 hingga 50 Baht per porsi yang mencakup nasi, sayur, dan lauk. Jika dirupiahkan, ini sekitar Rp. hingga Jika kalian makan tiga kali sehari, maka per hari akan menghabiskan Rp. untuk makanan. Jika dibandingkan Thailand vs Indonesia, kurang lebih sama yah jumlah pengeluaran untuk makanan? 5. SIM Card❤️ Agar tetap bisa terhubung dengan keluarga dan teman-teman di tanah air, kalian disarankan membeli SIM Card untuk menghidupkan jaringan ponsel. Biasanya, dengan menggunakan sim card ini kalian sudah bisa internetan, telepon, dan SMS. Harga untuk setiap provider pun berbeda-beda, tergantung dari jenis paket yang diambil. Dua provider terkenal di Thailand adalah AIS dan DTAC yang bisa kalian beli kartunya di counter bandara. Harga untuk sim card AIS mulai dari 300 Baht atau Rp. untuk delapan hari, dan untuk DTAC harganya mulai dari 170 Baht atau Rp. untuk lima hari. 6. Tempat Wisata❤️ Ada banyak sekali tempat wisata yang bisa dikunjungi di Thailand. Selain terkenal dengan julukan Negeri Gajah Putih, Thailand juga terkenal memiliki banyak sekali kuil. Hal ini disebabkan karena mayoritas masyarakat Thailand beragama Buddha. Beberapa kuil bahkan telah dijadikan sebagai salah satu tempat wisata terkenal, seperti Wat Arun, Wat Pho, dan lain-lain. Harga tiket masuk ke kuil-kuil ini rata-rata hanya 100 Baht atau setara dengan Rp. Selain mengunjungi kuil, kalian juga harus mencoba sensasi dinner cruise di Sungai Chao Phraya, Bangkok. Harga untuk dinner cruise adalah Rp. hingga per orang. Di Thailand, kalian juga bisa menonton berbagai macam pertunjukan dengan harga tiket yang berbeda-beda. Tempat wisata buatan seperti Madame Tussauds, Safari World, Marine Life, Ripley’s Believe it or not juga bisa kalian kunjungi! 7. Oleh-Oleh❤️ Berwisata ke Thailand kurang lengkap nih rasanya jika tidak membeli oleh-oleh buat keluarga dan teman-teman di tanah air. Ada banyak pilihan buah tangan dari Thailand yang bisa dibawa pulang seperti kerajinan tangan, kosmetik, pakaian, dan lain-lain. Beberapa tempat yang paling terkenal buat membeli oleh-oleh antara lain Chatuchak Weekend Market, MBK Centre, Central World Bangkok, Asiatique Riverfront, dan lain-lain. Pengeluaran setiap orang dalam membeli oleh-oleh juga berbeda lho, tergantung di mana kalian beli dan berapa banyak. Jika kalian beli di mall pasti harganya lebih mahal daripada di pasar tradisional. Nah, tapi ini tidak wajib dibeli lho ya! 8. Asuransi Perjalanan❤️ Sebagai salah satu bentuk usaha antisipasi, ada baiknya kalian membeli asuransi perjalanan. Hal ini sangat berguna apabila nanti di perjalanan ada kejadian tidak terduga yang mengharuskan kalian keluar biaya seperti misalnya sakit, kehilangan, delay, dll. Premi yang harus kalian bayarkan pasti berbeda-beda, tergantung setiap perusahaan asuransi, negara tujuan, dan juga tanggungannya. Semakin besar tanggungannya, maka akan semakin besar nominal preminya. Semakin jauh negara tujuannya, semakin mahal. Untuk dari Indonesia ke Thailand, rata-rata premi asuransi adalah dari Rp. hingga per orang. 9. Biaya Tak Terduga❤️ Selain asuransi, ada baiknya kalian menyiapkan biaya yang akan digunakan apabila ada kejadian yg tidak terduga di sana. Tidak ada jumlah yang pasti untuk biaya ini, karena tergantung lama perjalanan dan pilihan masing-masing orang. 10. Total dan Kesimpulan❤️ Jadi, buat menunjang kehidupan di Thailand sebagai turis dalam waktu lima hari, kalian akan memerlukan biaya minimal Rp. hingga per orang. Murah atau mahalnya tergantung dari setiap orang, namun jika kalian ingin berlibur, cobalah buat menyisihkan uang jajan kalian setiap bulan. Nominal sebulannya tergantung dari masing-masing orang ya! Widi Astuti Dwi atau lebih dikenal dengan nama Widi lahir 24 Juli 1995 adalah seorang penulis berasal dari Pekalongan Jawa Tengah. Widi salah satu penulis yang aktif mengunggah karya tulisnya di dan